Masih muda, dinamis, kaya, dan tetap eksis, sepertinya sudah menjadi fenomena yang yang wajar terjadi dalam 10 tahun terakhir. Mulai dari latar belakang dunia usaha, hingga latar belakang teknologi atau start up yang saat ini sedang euforia.

Terlepas dari latar belakang tersebut, makna dari kata Muda, Dinamis, Kaya, dan Tetap Eeksis adalah berbeda setiap orang, karena setiap orang telah memiliki persepsi masing-masing. Coba kita mulai sedikit bedah dari makna setiap kata tersebut.

Muda
Siapa dan bagaimana serta seperti apa, seseorang dikatakan muda? Bila kita sedikit berbicara usia (maaf), Apakah usia yang berkisar 20 tahun–40 tahun yang dapat disebut muda? Untuk sedikit menjawab pertanyaan, ada sebuah riset yang dilangsungkan oleh Office of National Statistics di Inggris untuk mencari tahu batasan usia muda, dan hasilnya adalah batasan usia muda adalah usia 41 tahun. Bila menggunakan hasil riset tersebut, dan melihat yang terjadi pada umumnya, memang dapat dikatakan usia tersebut adalah usia produktif seseorang. Namun tentu masih banyak orang yang di atas usia 40 tahun masih tetap produktif ditambah lagi semangat muda yang masih powerfull. Jadi bagaimana anda menilai diri anda sendiri, masih muda?

Kaya
Sebuah kata dengan penuh berbagai makna, tergantung setiap orang menyikapinya. Apakah kaya identik dengan banyak uang? Kalau iya, seberapa banyak uang atau aset yang harus dimiliki seseorang untuk dikatakan kaya? Apakah memiliki rumah di tengah kota Jakarta serta mobil Eropa keluaran terbaru sudah kaya?

Atau anda sudah merasa kaya dengan rumah di pedesaan dan memiliki perkebunan sendiri? Tentu setiap orang memiliki pandangan masing-masing, dan bisa jadi dengan pasangan sendiri juga berbeda lho. Semua kembali lagi dengan gaya hidup masing-masing. Menurut Webster dan Oxford Dictionary, arti kaya adalah memiliki banyak harta atau properti, tetapi menurut Robert T Kiyosaki, kaya adalah memiliki passive income (pendapatan tanpa bekerja karena uang mereka yang bekerja) yang nilainya lebih besar daripada biaya hidup sehingga tanpa bekerja pun, seseorang atau sebuah keluarga dapat tetap menjalani kehidupan dengan standar yang sama (layak).

Dan bila menurut saya, kaya adalah hidup berkecukupan, bahagia serta sejahtera, seperti sudah memiliki tempat tinggal sendiri (properti, masih KPR ok), memiliki pos keuangan mulai dari dana darurat, asuransi, hingga investasi untuk biaya pendidikan anak dan biaya pensiun, tidak lupa biaya liburan untuk 2 kali dalam setahun dan tentunya memiliki passive income tadi. So, silakan memaknai definisi dari kaya bagi anda sendiri serta pasangan anda dan mulai selaraskan dengan pasangan agar menjadi satu tujuan. Apakah anda sudah merasa kaya? Apa ukuran kaya bagi anda? Dan pastikan jangan tergoda dengan makna kaya dari orang lain, karena rumput tetangga selalu lebih hijau.

Tetap Eksis
Tetap Eksis di mana maksud saya adalah mengenai mengikuti lifestyle saat ini atau biasa disebut ‘kekinian’. Seiring kemajuan zaman dan teknologi, membuat kita dituntut untuk terus mengikuti yang sedang kekinian dan selanjutnya dipublikasi di media sosial. Mungkin banyak yang menyindir perilaku ini, tapi inilah FAKTA yang terjadi saat ini. Setiap detik, setiap menit, setiap waktu, akan ada hal baru yang dipublikasi atau ditunjukkan kepada banyak orang demi menunjukkan eksistensi, baik itu pakaian, kendaraan, makan, pekerjaan, hingga liburan akan terus ditunjukkan ke media sosial.

Hmm, apakah ini salah? Kembali lagi persepsi setiap orang tentu berbeda, TAPI yang menurut saya sangat perlu dikhawatirkan adalah orang-orang yang Tetap Eksis namun bersumber dari utang. Demi mengikuti pergaulan atau lingkungan sekitar, banyak yang sampai rela berutang ke sana kemari, bahkan utang kartu kredit. Yang lebih miris lagi, sudah bekerja dan masih MINTA orang tua untuk menopang kebutuhan demi Tetap Eksis Ini. Bila ingin Tetap Eksis, buatlah anggaran khusus, mulai dari pakaian baru, makan di restoran hingga biaya liburan. Sangat membanggakan apa yang anda tunjukkan di media sosial merupakan hasil jerih payah dari anda dan tidak meminta kepada orang tua.

Mulailah dari yang sederhana, yaitu membangun pos-pos keuangan anda. Mulai dari memiliki dana darurat, asuransi, hingga investasi untuk masa depan. Ini merupakan pos keuangan yang paling dasar. So, mulailah membangun aset anda secara konsisten. Penghasilan yang anda dapatkan setiap bulan, jangan asal lewat saja, namun tempatkan pada pos-pos yang tepat.

Jika anda masih single, bangun pos INVESTASI dan PENSIUN dari sekarang karena lebih cepat lebih baik serta lebih mudah sekarang daripada nanti. Untuk anda yang sudah berkeluarga, jangan lupa untuk ditambahkan investasi biaya pendidikan anak.

Mulailah belajar mengelola keuangan, tanpa memandang jenis kelamin baik pria atau wanita. Anda bisa membaca buku mengenai mengelola keuangan yang sederhana, mengikuti kelas–kelas keuangan atau berkonsultasi dengan perencana keuangan yang terpercaya. Happy Planning. (Krn/Krn)

Advertisements