Terjebak utang kartu kredit atau terlilit utang pinjaman menjadi sebuah ketakutan bagi banyak orang. Cerita-cerita kurang menyenangkan dari keluarga, kerabat, atau teman atas pengalaman mereka yang pernah terlilit utang menambah ketakutan itu.

Kata ‘utang’ (mungkin) hampir tidak pernah diasosiasikan dengan sesuatu yang positif. Disadari atau tidak, ketika seseorang berutang maka orang tersebut akan dihubungkan dengan ketidakmampuan secara finansial. Sehingga, banyak orang yang lebih memilih untuk menunda memiliki suatu barang sampai dia memiliki cukup uang untuk membelinya.

Mungkin anda salah satu orang yang juga memilih untuk tidak berutang, karena tidak cukup nyaman dengan memiliki sejumlah utang. Beranggapan lebih baik tidak memiliki apa pun daripada harus berutang untuk mendapatkannya menjadi motto hidup yang anda pegang.

Ada istilah, ‘segala hal di dunia ini tercipta dengan fungsinya masing-masing, sebab Tuhan tak menciptakan kesia-siaan’. Lantas, benarkah utang hanya menghadirkan penderitaan finansial bagi para pemiliknya?

Utang memang akan menghadirkan kewajiban bagi anda, namun utang juga akan memberikan anda akses untuk memiiki sesuatu yang relatif sulit untuk anda capai. Menggunakan utang dengan baik akan membuat anda memiliki aset yang tidak pernah anda miliki sebelumnya.

Bayangkan bila anda hanya menabung untuk membeli rumah idaman seharga Rp 500.000.000, kapan anda akan bisa membeli rumah tersebut? Untuk dapat memiliki rumah idaman anda ini, berutang menjadi sebuah solusinya. Bandingkan dengan menabung sampai jumlah yang cukup untuk membeli rumah idaman anda, besar kemungkinan ketika anda mencapai Rp 500.000.000, rumah idaman anda sudah naik 5 kali lipat harganya.

Selain memudahkan anda untuk memiliki sesuatu yang ingin anda miliki, utang juga akan mendisiplinkan anda. Manfaat ini juga akan sangat bermanfaat khususnya bagi anda yang kesulitan menabung. Karena dengan berutang, otomatis anda yang kesulitan menabung akan menyisihkan uang anda untuk membayar cicilan barang yang anda beli dengan utang.

Katakanlah anda membeli motor dengan utang. Jangan dilihat kewajiban membayar utang sebagai sesuatu yang memberatkan anda, tapi lihatlah sebagai sesuatu yang dapat membuat anda disiplin. Bila anda menabung, belum tentu akan memiliki barang yang anda miliki saat ini, tetapi dengan utang anda menikmati barangnya dan uang anda tidak ‘hilang’ entah terpakai untuk apa.

Tidak hanya sampai di situ utang juga bermanfaat sebagai sarana investasi. Utang dapat menjadi sarana investasi bila yang anda beli dengan utang merupakan sesuatu yang harganya terus naik, beberapa contohnya adalah rumah, ruko, atau apartemen.

Dibandingkan dengan cicilannya dan harga total yang anda harus bayar di akhir periode KPR, biasanya harga properti yang anda miliki akan lebih besar nilainya daripada jumlah total harga yang telah anda bayarkan. Itulah kenapa utang juga bisa disebut sebagai sebuah sarana investasi.

Manfaat-manfaat tersebut hanya bisa anda nikmati bila anda telah memiliki cahshflow bulanan yang positif, dana darurat yang mencukupi, dan asuransi yang memadai. Selain itu, meski berutang itu bermanfaat tetapi perhatikan juga cicilan bulanannya agar tidak memberatkan cashflow bulanan/tahunan anda.

Manfaatkan utang sebaik mungkin dan jangan ragu untuk mengambilnya bila syarat-syarat sebelumnya telah anda penuhi, toh utang tidak seburuk yang anda bayangkan sebelumnya bukan?

Akhir kata, apakah anda sudah punya utang?

Chao! (krn/Krn)

Advertisements