Emosi terkadang memengaruhi rasionalitas. Beberapa hal mungkin memang tampak mustahil untuk dapat dijelaskan. Termasuk upaya para ilmuwan yang terus mencari tahu alasan mengapa orang kerap membuat keputusan aneh soal uangnya.

Untuk itu, bahkan sudah banyak sekali eksperimen yang dilakukan mengenai perilaku ekonomi yang menunjukkan bahwa ketika sedang membahas uang, alasan dan rasionalitas terkadang dipengaruhi oleh emosi dan perasaan.

Berikut kami dapat berikan beberapa scenario. Keputusan seperti apa yang akan anda buat. Pertama, anggap harga barang dan jasa tetap sama, apa yang ingin anda dapatkan?

Penghasilan Rp100 juta per tahun sementara orang lain hanya Rp50 juta atau penghasilan Rp100 juta sementara orang lain menghasilkan Rp250 juta.

Apakah pilihanmu adalah pilihan yang pertama? Meskipun pilihan ini sangat irasional, hasil riset menunjukkan bahwa mayoritas orang memilih memiliki penghasilan dua kali lipat lebih banyak dari orang lain. Selanjutnya, untuk skenario berikutnya.

Kedua, Susi dan Santi sedang dalam antrian di bioskop yang berbeda. Anda lebih memilih menjadi siapa bila ketika Susi di loket tiket diberitahu menjadi konsumen ke 100 ribu dan memenangkan uang Rp1 juta atau Santi yang memenangkan hadiah konsolasi Rp1,5 juta setelah orang di depannya menang Rp15 juta karena menjadi pelanggan ke sejuta.

Pasti anda ingin menjadi Santi bukan? Ini merupakan hasil pemikiran rasional kebanyakan orang. Namun, sekali lagi, pemikir rasional merupakan minoritas. Para dasarnya, orang akan senang mendapat Rp500 ribu untuk menggantikan rasa penyesalan karena tidak mendapat Rp15 juta.

Berikut skenario terakhir, ‘Ultimatum Game’. Temanmu memberimu uang Rp1 juta untuk dibagi berdua. Syaratnya, berapapun pembagian uangnya, bila anda menerimanya, anda bisa bawa pulang uangnya.

Namun, bila anda menolak proposal pembagian dari temanmu, anda dan temanmu tidak akan mendapat uang. Temanmu mengajukan pembagian 90/10, apakah anda akan menolakntya atau menerima?

Bila anda berfikir secara rasional, anda akan mengantongi Rp100 ribu dan merasa ‘daripada tak mendapat uang sama sekali’. Namun, hasil riset menunjukkan bahwa penawaran kurang dari Rp300 ribu biasanya ditolak.

Ilmuwan perilaku menyebutkan, hal ini karena emosi yang berevolusi dalam manusia yang dikenal juga sebagai ‘reciprocal altruism’ yang meminta keadilan. So, bagaimana jawabanmu untuk skenario di atas? Apakah anda cukup rasional mengenai uang?

Advertisements