Banyak mitos yang menghambat wanita untuk dapat mendirikan bisnis sendiri. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa trend yang terjadi adalah makin banyak wanita yang sudah memiliki bisnis.

Untuk itu, Deborah Sweeney yang sukses mendirikan MyCorporation.com, perusahaan yang membantu perusahaan kecil rintisan menyelesaikan masalah terkait hukum, akan berbagi tips dan kiat sukses.

Menurut Sweeney, ada lima mitos yang harus ditaklukan wanita supaya bisa bisnis dengan sukses.

Mustahil bagi wanita untuk sukses berbisnis

Rintangan pertama ini sering muncul ketika seorang wanita sedang merencanakan membangun suatu bisnis.

“Akan banyak pria yang meragukan kemampuan wanita dalam hal ini,” katanya. Karenanya, hal pertama yang dapat wanita lakukan adalah menaklukan pola pikir hal semacam ini. Buktikanlah bahwa seorang wanita juga sanggup melakukan apa yang dilakukan seorang pria.

Wanita tak punya jiwa bisnis seperti pria

“Wanita sering kali mendapat kesulitan dalam mendefinisikan konsep bisnis. Hal ini akibat tokoh wanita yang dapat menjadi panutan masih sedikit,” kata Sweeney. Sweeney bilang, ia banyak menjumpai wanita yang ingin membangun bisnis, namun akhirnya malah bekerja untuk perusahaan.

Di perusahaannya, Sweeney bilang, perbedaan pria dan wanita sangat jelas. “Rata-rata wanita yang datang merupakan mereka yang baru pertama kali berjuang mendirikan bisnis. Sedangkan para pria yang datang, sudah beberapa kali menggunakan layanan perusahaan saya,” katanya.

Jadi, carilah tokoh model yang mampu menginspirasi sebanyak mungkin.

Wanita lebih cemerlang di dunia korporasi ketimbang bisnis

Kembali pada 2013, eksekutif Facebook Sheryl Sandberg menyelenggarakan diskusi tentang cara wanita bisa sukses di dunia korporasi.

“Memang di dunia korporasi, wanita bisa lebih sukses. Namun, bila wanita bisa sukses berbisnis, ia bisa mendapat bonus memiliki waktu lebih banyak untuk anak-anaknya,” katanya.

Jadi, tanyakan pada dirimu sendiri. Apakah kamu ingin bermain di ‘ladang’ orang lain atau di ‘ladang’ sendiri.

Membangun bisnis lebih memakan waktu daripada kerja di kantor

Sebagian besar orang berasumsi bahwa mendirikan suatu bisnis sendiri sama artinya memiliki jam kerja yang sangat lama. Bagi calon pengusaha wanita, tentu hal ini berarti tambahan tekanan karena banyak pihak menganggap bahwa wanita seharusnya lebih berperan di rumah.

Sayangnya, hal ini merupakan anggapan yang salah. Sweeney bilang, ia mengundurkan diri dari kantornya enam tahun yang lalu dan memutuskan menjadi seorang pengusaha. “Sejujurnya, masa-masa ini menjadi masa yang tepat untuk mencapai keseimbangan kerja dan kehidupan,” katanya.

Demikian, tidak ada pihak yang bisa memaksamu untuk bekerja dalam kurun tertentu, imbuhnya.

Keluarga akan menderita bila wanita berbisnis

Sweeney mengakui bahwa pekerjaannya kini memang membuatnya tak bisa berhenti memikirkan

bisnis. Meski ada beberapa hal yang tak bisa ia lakukan bersama keluarganya, Sweeney mengaku bahwa ia bisa menjadi orang tua yang efektif ketika menjadi pemilik bisnis.

“Menjadi pengusaha memberi saya fleksibilitas. Kamu bisa mencari keseimbangan yang tepat yang sesuai dengan dirimu sendiri,” tutupnya.

Advertisements