Keberadaan kartu kredit memanglah sangat memudahkan dalam beberapa hal, termasuk dalam segi transaksi. Namun Sayang, banyak pemegang kartu kredit yang sering kali terlena dalam menggunakan kartu kredit. Selain kontrol keuangan yang sangat kurang, salah satu sikap yang keliru dalam penggunaan kartu kredit adalah kebiasaan bayar minimum tagihan kartu kredit. Kebiasaan ini tidak hanya buruk, tapi juga mempunyai efek yang sangat merugikan dalam jangka panjang.

Baca Juga: 10 Cara Yang Benar Menggunakan Kartu Kredit

Definisi Pembayaran Minimum Kartu Kredit serta Jumlah yang harus Dibayarkan

Kartu Kredit Pilihan

Pembayaran minimum diartikan sebagai jumlah minimum yang harus dibayarkan kepada pihak bank oleh nasabah pengguna kartu kredit paling lambat pada saat jatuh tempo tagihan datang. Tujuan yang sebenarnya dari pembayaran minimum adalah memastikan bahwa rekening kartu kredit tak akan bermasalah dan membuktikan bahwa pengguna kartu kredit mematuhi syarat dan ketentuan dari kartu kredit yang telah digunakan.

Kebanyakan kartu kredit yang sudah diterbitkan menetapkan pembayaran minimum yang diperbolehkan sebesar 10% dari total tagihan kartu kredit yang ada. Misalnya, seorang pengguna kartu kredit mempunyai tagihan sebesar Rp5.000.000 maka jumlah minimum pembayaran yang dibolehkan dibayarkan sebesar Rp500.000. Kadang kala jumlah pembayaran mininum mempunyai jumlah yang detail dan spesifik dan juga akan ditambahkan apabila terdapat cicilan tetap di dalam tagihan kartu kredit pengguna.

Konsekuensi Buruk dari Pembayaran Minimum

Boleh boleh saja kita sering menggunakan kartu kredit sebagai alat transaksi pembayaran. Namun perlu di ingatkan kembali ada dampak negatif yang harus diperhatikan. Melunasi tagihan untuk setiap transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit merupakan kewajiban dari para pengguna CC. Oleh karena itu, selain perlu berhati-hati dalam menggesek atau menggunakan kartu kredit, Anda perlu juga mengetahui risiko akibat terlalu sering menjadikan pembayaran minimum tagihan kartu kredit sebagai solusi menunda melunasi seluruh tagihan kartu kredit beserta bunganya.

Adanya fasilitas pembayaran minimum tagihan kartu kredit yang seharusnya tidak dimanfaatkan sebagai cara menghindari pelunasan tagihan secara berkala. Akibatnya dapat berbahaya dan mengancam keuangan Anda sebagai pengguna kartu kredit. Besar kemungkinan Anda akan menghadapi utang yang membengkak dan menggunung. Sebabnya tagihan yang tertunggak dibebani lagi oleh bunga yang ditetapkan apalagi lamanya menunggak terbilang panjang. Kalau tidak segera diatasi, bersiaplah stress pada diri Anda.

Ilustrasi Perhitungan Bunga Bila Melakukan Pembayaran Minimum

Aturan tentang pembayaran minimum tagihan kartu kredit memang sudah diatur oleh Peraturan Bank Indonesia (BI). Untuk pengguna kartu kredit, ada yang perlu Anda perhatikan dari pembayaran minimum tagihan kartu kredit. Konsekuensi di balik pembayaran minimum jika tidak tepat guna cukup besar, yakni bunga yang disertakan tidak dihitung berdasarkan sisa tagihan, tapi berdasarkan nilai total transaksi terutang.

Contoh Kasus dan Ilustrasi Perhitungan

Pak Budi punya kartu kredit dari Bank ABC. Dia melakukan transaksi sebanyak dua kali, yaitu pada 7 April sebesar Rp600.000 dan 15 April Rp400.000. Ada beberapa ketentuan yang berlaku bila menggunakan kartu kredit Bank ABC, di antaranya:

  • Tanggal pembukuan transaksi: 1 hari setelah tanggal transaksi
  • Tanggal cetak tagihan: tanggal 20
  • Masa jatuh tempo: 15 hari kalender setelah tanggal cetak tagihan
  • Bunga kartu kredit: 2,95% per bulan

Sebaiknya tagihan yang ada langsung segera lunasi. Seperti yang sudah diterangkan di atas, tagihan kartu kredit yang dimiliki Pak Budi sebesar Rp1.000.000 yang diberitahukan pada tanggal 20 April. Adalah hal yang baik bila Pak Budi membayar penuh tagihan tersebut. Namun, Pak Budi melakukan pembayaran pada 1 Mei dan memilih menggunakan fasilitas pembayaran minimum tagihan yang besarannya Rp100.000.

Pada tanggal 8 Mei, Pak Budi tercatat melakukan transaksi sebesar Rp300.000. Maka, menjelang waktunya pembayaran tagihan menurut ketentuan bank ABC, total tagihan kartu kredit yang wajib dibayarkan Pak Budi pada bulan Mei sebesar Rp1.240.540,28 setelah dikenai bunga sebesar Rp124.054,03.

Bagaimanakah perhitungan angka-angka yang mesti dibayarkan Pak Budi? Berikut ini uraiannya.

Tagihan Bulan April

Tanggal Transaksi Tanggal Pembukuan Transaksi Keterangan Nominal Transaksi
07 April 08  April Transaksi 1 Rp600.000
15 April 16 April Transaksi 2 Rp400.000
Total Tagihan Rp1.000.000
Pembayaran Minimum (10%) Rp100.000


Tagihan Bulan Mei

Tanggal Transaksi Tanggal Pembukuan Transaksi Keterangan Nominal Transaksi
Total tagihan bulan April Rp1.000.000
Pembayaran Rp100.000
01 Mei Pembayaran Rp100.000
08 Mei 09 Mei Transaksi 3 Rp300.000
Bunga Rp40.540,28
Total Tagihan Rp1.240.540,28
Pembayaran Minimum (10%) Rp124.054,03


Perhitungan Bunga Bulan Mei

Keterangan Tanggal Pembukuan Tanggal Tagihan Selisih Hari Nominal Transaksi Bunga
Transaksi Belanja 1 08 April 20 April 13 Rp600.000 Rp7.564,93
Transaksi Belanja 2 16 April 20 April 5 Rp400.000 Rp1.939,73
Tagihan bulan April 21 April 20 Mei 30 Rp1.000.000 Rp29.095,89
Pembayaran 01 Mei 20 Mei 20 Rp100.000 Rp1.939,73
Total bunga tagihan bulan Mei Rp40.540,28

Perlu diketahui nominal total tagihan yang perlu dibayarkan Pak Budi terus meningkat apabila hanya membayarkan nominal pembayaran minimum. Dan bila Pak Budi masih tenang-tenang saja hingga tak menyadari terus-terusan menggunakan fasilitas pembayaran minimum, kemungkinan besar Pak Budi nantinya akan terlilit dengan utang yang cukup besar.

Catatan:

Selisih hari: (tanggal cetak tagihan – tanggal pembukuan) + 1
Bunga: (selisih hari x bunga per bulan x 12 x nominal transaksi)/jumlah hari dalam setahun (365 hari)

Baca Juga:

Langkah Melepaskan Diri dari Jeratan Utang Kartu Kredit

Cara Lepas dari Utang

Kebiasaan memanfaatkan pembayaran minimum tagihan kartu kredit ini akan menyebabkan pengguna kartu kredi terlilit utang yang besar seperti yang dapat dialami Pak Budi. Bagi orang yang tidak mempunyai perencanaan keuangan yang baik, pasti akan kesulitan untuk membayar tagihan-tagihan tersebut. Butuh usaha keras dan waktu untuk dapat segera melunasi tanggungan yang terlanjur cukup besar. Agar dapat terlepas dari situasi tersebut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti yang dijabarkan di bawah ini.

1. Stop pemakaian kartu kredit

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan menyetop penggunaan kartu kredit. Hal ini bertujuan agar anda tidak lagi melakukan transaksi dengan kartu kredit yang berujung pada semakin menumpuknya utang-utang. Untuk melakukan transaksi pembayaran, Anda harus beralih ke pembayaran tunai atau kartu debit agar terhindar dari utang.

2. Kurangi pengeluaran per bulan

Langkah kedua yang perlu dijalankan adalah dengan mengurangi pos-pos pengeluaran bulanan yang tidak perlu. Pos pengeluaran konsumtif yang tidak terlalu bermanfaat atau justru membahayakan kesehatan, seperti membeli rokok dan jajan, sebaiknya dikurangi atau kalau bisa dihilangkan sama sekali. Sebaiknya, Anda juga lebih sering untuk makan di rumah daripada makan di luar (tempat makan). Sebab dengan makan di rumah, Anda dapat lebih menghemat uang.

3. Bicarakan dengan bank

Langkah ketiga setelah mengurangi pengeluaran adalah mencoba untuk membuka mediasi dengan pihak bank. Bank akan selalu membuka mediasi apabila ada nasabah yang terkena masalah dengan pembayaran. Jika berhasil bisa jadi Anda akan mendapatkan keringanan atau penundaan pembayaran tagihan.

4. Tutup kartu kredit

Setelah semua utang-utang kartu kredit lunas, langkah terakhir yang perlu dilakukan adalah menutup kartu kredit untuk mengatur kembali keuangan yang sempat porak poranda. Utang yang besar mau tidak mau pasti akan berdampak terhadap perekonomian. Pendapatan akan menurun dan pengeluaran juga menjadi terbatas.

Manajemen Keuangan yang Baik Menghindarkan Diri dari Kecerobohan 

Pengguna kartu kredit sendiri sebaiknya menerapkan manajemen keuangan yang baik sebelum mengajukan kartu kredit dan juga setelah berhasil mempunyai kartu kredit. Manajemen keuangan yang baik akan dapat menghindarkan seseorang dari tindakan ceroboh dalam menggunakan kartu kredit dan biasanya akan selalu disiplin dalam membayar tagihan.

Dengan selalu bersikap disiplin dalam melakukan pembayaran tagihan kartu kredit, seseorang dapat terhindar dari kebiasaan melakukan pembayaran minimum tagihan kartu kredit sehingga terbebas dari risiko utang yang menumpuk. Pemilik atau pengguna kartu kredit harus benar-benar paham bahwa perhitungan bunga kartu kredit dapat membebani bila pembayaran tagihan tertunggak. Hal ini disebabkan karena nasabah kartu kredit tidak memberikan jaminan sehingga jenis kredit ini berisiko tinggi.

Berbeda misalnya jika kita mengajukan pinjaman ke bank dengan menggunakan jaminan berupa rumah. Bila nasabah gagal dalam membayar cicilan kreditnya, bank akan melakukan penyitaan terhadap aset berupa rumah yang dijaminkan nasabah ke bank. Sedangkan untuk kartu kredit, bank penerbit kartu kredit tidak dapat menyita apa pun. Karena itu, bersikaplah bijak dalam menggunakan kartu kredit dalam kehidupan kita sehari-hari. Gunakanlah hanya dalam keadaan yang mendesak saja atau saat tidak membawa uang tunai. Hal ini bisa jauh lebih aman bagi Anda agar tidak terlilit utang-utang yang nantinya akan menjadi masalah yang merusak rencana keuangan dan impian yang sudah Anda bangun sejak lama.

Advertisements