Pada beberapa waktu yang lalu kita sempat membahas mengenai Pengajuan KTA Ditolak, ini penjelasannya, semoga anda paham dan mengerti kenapa pengajuan KTA anda ditolak Bank. kita juga sempat sedikit menyinggung mengenai BI Checking.
Kali ini Kita akan coba membahas secara detail tentang masalah BI Checking, atau rekap historis pinjaman pemohon kredit. Mungkin banyak dari anda yang sering mendengar pinjaman yang ditolak bank karena masalah BI Checking. Sedangkan bank tidak mau memberikan penjelasan detail yang memadai.

Seperti apa sih wujud dari hasil BI checking itu? BI checking adalah pengecekan identitas dan riwayat fasilitas kredit debitur yang dilakukan oleh pihak bank kepada Bank Indonesia. Intinya, pihak bank meminta informasi kredit kepada Bank Indonesia untuk melihat kualitas calon debitur dari sisi riwayat pinjaman.
Apa saja yang dibutuhkan untuk meminta laporan tersebut? Hanya FC KTP dan NPWP debitur (KK Jika diperlukan).
Perlu diketahui, hasil BI checking ini sifatnya confedential atau sangat rahasia dan personal. Artinya, bank tidak boleh langsung memperlihatkan hasil secara fisik/print out- hasil BI checking kepada calon debiturnya . Mengapa demikian? karena memang rahasia. Akan tetapi, jika anda adalah calon debitur yang mengajukan aplikasi kredit, anda boleh langsung meminta info hasil BI checking kepada bank.
Memberikan informasi riwayat pinjaman seseorang kepada orang lain juga bisa dianggap melanggar kode etik bank. Hal ini bisa menyebabkan bank / oknum bank untuk dituntut atas dasar pencemaran nama baik. Karena isi dari laporan BI Checking adalah si A punya pinjaman dimana saja, jenis nya apa, berapa lama, angsurannya berapa, jaminan nya apa, dll.
Tampilan hasil print out BI Checking
 Image result for cara membaca hasil bi checking
Print out tersebut hanya sebuah contoh,  kira-kira anda bisa bacanya apa tidak ya? Mungkin yang ada yang bisa, tapi kebanyakan pada ngga bisa kan? Karena laporan ini tidak diajarkan dibangku sekolah manapun. Kecuali anda jadi analis kredit bank, atau pejabat bank karena tidak semua staff bank bisa akses dan paham laporan hasil BI Chceking.
Saat ini kita akan coba jabarkan cara membacanya

Kolom 1 bersikan informasi tentang :

  • Tanggal laporan atau pengecekan riwayat.
  • Debitur, nama yang memohon (sesuai identitas).
  • User, merupakan identitas checker
  • Posisi Data Terakhir , posisi laporan di akhir bulan lalu.
Kolom 2;
Isi nya adalah informasi nomer rekening pembiayaan debitur (kotak 2 atas). Sekaligus menjelaskan bank pemberi kredit (keterangan di kotak 2 bawah).  Misalnya, debitur A, memiliki pinjaman dengan rekening pinjaman 00108001, berarti debitur tsb merupakan pinjaman dari Bank Mandiri. Sedangkan tanggal dikolom 2 atas adalah tanggal buka pinjaman.
Kolom 3;
Berisikan informasi tentang plafon, sisa pinjaman, dan suku bunga pinjaman.
  • Plafon adalah jumlah pinjaman yang diberikan bank.
  • Baki debet adalah sisa hutang debitur.
  • % Bunga adalah suku bunga bank di bebankan kepada debitur.
 Kolom 4;
Berisikan status kolektabilitas pinjaman  debitur. Apakah kolektabilitas atau angsuran debitur tersebut dalam keadaan Lancar (1), Dalam perhatian Khusus (2), Kurang Lancar (3), Diragukan (4), atau Macet (5).
Tanggal Macet adalah tanggal awal mula debitur tidak mampu membayar angsuran nya. Yang dimaksud dengan macet adalah debitur yang sudah masuk kolektabilitas 4 (Diragukan) dan 5 (macet).
Tanggal Jatuh tempo adalah tanggal berakhirnya masa perjanjian kredit.
 Kolom 5;
 Kolom 5 berisikan informasi status kolektabilitas angsuran debitur tiap bulan nya. Kebetulan untuk contoh yang kita ambil adalah debitur yang macet / memiliki kolektabilitas angsuran 5.
Lebih jelasnya, untuk kategori kolektabilitas angsuran debitur adalah sebagai berikut.
  1. Lancar; angsuran dibayarkan sebelum jatuh tempo. Tidak ada tunggakan pokok ataupun bunga.
  2. Dalam Perhatian Khusus; apabila ada tunggakan angsuran (pokok atau bunga) sampai dengan 90 hari kalender.
  3. Kurang Lancar; apabila ada tunggakan angsuran baik pokok atau bunga, dari 91 hari sampai dengan 120 hari kalender.
  4. Diragukan; apabila ada tunggakan angsuran (pokok atau bunga), dari 121 hari sampai dengan 180 hari kalender.
  5. Macet; apabila ada tunggakan angsuran (pokok atau bunga), diatas 180 hari.
Sebagai informasi, kalian juga bisa lho meminta atau mengecek riwayat kredit. Caranya, silahkan kunjungi Biro kredit Bank Indonesia, atau datang ke Bank Indonisa wilayah / provinsi domisili anda. Untuk order laporan tersebut bisa online lewat situs Bank Indonesia. Akan tetapi untuk pengambilan hasilnya harus diambil ke Biro Kredit Bank Indonesia dengan membawa kartu identitas (KTP) asli, dan juga harus yang bersangkutan yang hadir / tidak bisa diwakilkan.

Mau cara yang mudah dan simple untuk pemesanan BI Checking, di jasa kita pun bisa loh, silahkan yang mau order BI Checkingnya baca dulu syarat dan ketentuan

Yang mau cek BI Checkingnya langsung kirim ya foto KTP & NPWP nya ke no WA : 087870794200
Proses 1-3 hari kerja , sabtu-Minggu offline [TUTUP]

Untuk Cara ordernya bisa klik ini : http://destyy.com/wqYf96
Pembayaran nya ada 2 cara :
– Via paypal : http://destyy.com/wqYdOl atau
– Via isi Pulsa 150 ribu ke no XL 087870794200

Yang sudah mengerti langsung order aza ya by WA :
whatsapp://send?phone=6287870794200&text=Halo%2BMba%2BKarin%2BSaya%2BMau%2BOrder%2BBI%2BChecking

note :
– Kita hanya cek BI Checking
– Kita tidak bisa Pemutihan atau Pembersihan BI Checking : http://destyy.com/wqYhtA
– Yang merasa sudah LUNAS tapi masih collect 5 di BI Checkingnya : http://destyy.com/wqYhOj
– Yang merasa collect 3 s/d 5 selalu di TOLAK pengajuan pinjamannya , nih Daftar KTA tanpa BI Checking : http://destyy.com/wqYh9n

Kebanyakan yang pesan di Jasa kita rata2 para istri yg kepo banget sama kartu kredit punya suaminya http://destyy.com/wqYjEO , entah itu takut di selingkuhin , takut belum dibayar tunggakannya dan yang takut yg lain2

Advertisements