Mencari pinjaman uang merupakan salah satu solusi yang tepat ketika kita sedang membutuhkan dana yang besar dan untuk sesuatu yang URGENT. Misalnya untuk keperluan bisnis atau usaha, biaya masuk sekolah anak, biaya rumah sakit dan lain sebagainya. Tidak masalah mencari pinjaman untuk menutupi kekurangan dana, yang menjadi masalah adalah di mana mendapatkan pinjaman yang aman.

Jangan salah dalam memilih tempat untuk meminjam uang. Pilihlah tempat yang aman untuk meminjam uang agar tidak terjebak besarnya bunga pinjaman yang bisa membuat Anda terlilit utang. Di manakah tempat yang aman untuk mendapatkan pinjaman dana tersebut? Berikut ini adalah empat tempat yang baik untuk mendapatkan pinjaman:

1. Pinjam ke Keluarga atau Teman Dekat

Meminjam Uang ke Keluarga atau Teman Dekat

Sebelum mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan, sebaiknya ajukan pinjaman ke keluarga atau teman dekat terlebih dahulu. Pinjaman ini jelas aman, karena tidak memberikan bunga. Jika mengajukan pinjaman ke keluarga untuk membuka usaha, pasti keluarga lebih memahami akan kebutuhan Anda. Mendirikan usaha dari awal, tentu sangat riskan mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan. Apalagi belum memiliki pengalaman bisnis, bayang-bayang kegagalan menimbulkan kekhawatiran sepanjang hari. Hal tersebut akan mengganggu fokus dalam menjalankan usaha, padahal bisnis ibarat “perang” yang mempunyai dua kemungkinan, menang atau kalah. Menang berarti bisnis berhasil dan memperoleh keuntungan. Kalah berarti bisnis gagal, walaupun tidak gagal seterusnya, tapi sering kali membuat kondisi keuangan terpuruk dan tidak mampu membayar pinjaman tepat waktu.

Tentunya keluarga akan lebih memahami kondisi Anda ketika tidak bisa melunasi pinjaman tepat waktu, karena kegagalan bisnis. Keluarga tidak akan membentak-bentak seperti debt collector atau rentenir yang sedang menagih hutang. Namun bukan berarti Anda bisa bersantai-santai dalam melunasi pinjaman. Anda harus mencari cara lain untuk bisa melunasi pinjaman dan tunjukkan kesungguhan untuk melunasi pinjaman tersebut secepatnya.

Supaya tidak terjadi kesalahpahaman, perlakukan urusan pinjam-meminjam itu se-obyektif mungkin. Bahaslah syarat dan ketentuan pinjaman kemudian buat perjanjian tertulis. Perjanjian tertulis ini berisi informasi kedua belah pihak (pemberi pinjaman dan penerima pinjaman), tanggal jatuh tempo, metode pembayaran dan jika perlu sanksi bila terlambat melunasi. Walaupun dalam prakteknya penerapan sanksi tidak setegas debt collector atau rentenir. Perjanjian tertulis dapat menyelamatkan hubungan Anda dan keluarga ke depannya. Ingatlah, utang yang tidak terbayar dapat merusak hubungan kekeluargaan maupun hubungan pertemanan.

Baca Juga: 10 Keuntungan Memiliki Kartu Kredit

2. Pinjam ke Pegadaian

Pinjam ke Pegadaian

Pegadaian merupakan salah satu perusahaan milik pemerintah yang memberikan pinjaman dengan sistem gadai. Slogan mereka yang berbunyi “menyelesaikan masalah tanpa masalah” mengandung maksud kurang lebih yaitu, Anda bisa mendapatkan pinjaman secara cepat untuk menutupi kebutuhan keuangan, dan besarnya pinjaman yang diterima tergantung nilai taksir dari jaminan. Barang jaminan bisa berupa: alat-alat elektronik, perhiasan dan kendaraan mobil atau motor dengan menggadaikan BPKB.

Ketika ingin meminjam uang di Pegadaian ada beberapa syarat dan tahapan yang harus dilalui. Datang langsung ke Pegadaian dengan membawa barang yang dijadikan jaminan. Barang jaminan tersebut akan diteliti kualitasnya untuk ditaksir dan ditentukan harganya. Setelah ditaksir, kasir akan memberikan pinjaman sebesar nilai taksir jaminan, tanpa ada potongan biaya kecuali potongan premi asuransi. Pastikan menggadaikan barang di Pegadaian milik pemerintah. Jangan menggadaikan barang ke orang atau lembaga keuangan yang tidak dikenal, ini bisa menempatkan Anda dalam posisi yang berbahaya.

Baca Juga: Kartu Kredit Juga Bisa Membuat Keuangan Anda Sehat

3. Pinjam ke Bank

Meminjam Uang ke Bank

Pinjam ke bank menjadi pilihan sebagian besar masyarakat Indonesia, karena Bank memberikan banyak kemudahan bagi nasabahnya untuk mendapatkan pinjaman. Sebelum menentukan pilihan bank, sebaiknya carilah informasi yang sebanyak-banyaknya dan serinci-rincinya mengenai bank tersebut. Mulai besarnya bunga, tenor pinjaman, besarnya penalti seandainya ingin melunasi.

Meminjam uang memang tidak seberat mengembalikannya, ditambah lagi dengan sejumlah bunga yang harus dibayar. Pinjaman di bank bisa dicairkan kapan saja, asalkan semua prosedur dan syarat-syaratnya sudah terpenuhi. Sebelum mengajukan permohonan pinjaman, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Jangan berlebihan, artinya jangan pernah mengajukan pinjaman yang melebihi kebutuhan. Jangan tergiur tawaran pinjaman besar, ingatlah semua uang itu bukan milik Anda, tetapi pinjaman dari bank yang wajib dibayar lengkap dengan bunganya.
  • Rencanakan Pembayaran, artinya sebelum mengajukan pinjaman rencanakan dahulu bagaimana cara membayar, dari sumber mana untuk membayar, serta bagaimana sistem pembayarannya nanti. Ini untuk menghindari masalah finansial di kemudian hari.
  • Bunga Rasional, maksudnya perhatikan besaran bunga yang ditetapkan oleh bank yang mengeluarkan pinjaman. Pilihlah bank yang memberikan bunga rasional, agar pengembalian pinjaman tidak membengkak karena tambahan bunga yang tidak rasional.
  • Menekan biaya pengeluaran, artinya Anda harus mampu menyeimbangkan neraca keuangan dengan cara menekan pengeluaran biaya harian. Karena selain biaya harian,  harus menyediakan uang untuk pembayaran angsuran.
  • Pikirkan jaminan, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu jaminan yang akan diberikan serta risiko yang akan diterima jika terjadi masalah pembayaran angsuran. Akan lebih baik jika mengajukan pinjaman tanpa jaminan.
Advertisements