Kamu pernah dengar tentang kasus utang tagihan kartu kredit ke bank yang gagal dilunasi lalu harus berakhir di meja pengadilan? Gak cuma sekali pastinya.

Apakah Kamu mau masalah tersebut menimpa kita? Kalau saya sih, ogah.

Bank merupakan suatu lembaga resmi yang diatur dalam hukum undang-undang. Jadi jika kita mempunyai masalah dengan bank, ya siap-siap berhadapan dengan hukum.

Karena itu, sudah sepantasnya kita untuk menepati segala perjanjian dengan bank, termasuk pelunasan tagihan kartu kredit. Gak sedikit yang ngeluh terjebak utang kartu kredit, padahal dia sendiri yang letoy.

Gagal mengatur tagihan kartu kredit, kok yang disalahin bank? Kan sudah jelas saat apply kartu kredit bahwa keterlambatan pembayaran tagihan dikenai denda dan terus berbunga kalau gak lunas-lunas.

Pas kasus sudah dibawa ke pengadilan, baru deh menyesal. Begitu kasus tunggakan ini masuk ranah hukum, siap-siap hidup kita diatur pengadilan.

Sebab bukan mustahil ketokan palu hakim mengubah total kehidupan lantaran kita dihukum memberikan aset, misalnya rumah dan kendaraan, untuk disita bank guna melunasi tagihan. Belum lagi kalau ada debt collector yang ikut campur. Hiii…seremm..

Karena itu, pastikan kita atur tagihan kartu kredit sebaik mungkin. Beberapa tip berikut ini boleh dijadikan contekan cara mengatur tagihan kartu kredit:

1. Catat pengeluaran kartu kredit selama sebulan dalam secarik kertas dan smartphone. Jadi kita tahu ke mana saja uang itu pergi. Untuk mencatat di smartphone bisa pakai Google Keep, Evernotes, atau Notes.

2. Catatan pengeluaran yang dibikin dalam poin pertama di atas bisa jadi acuan buat pengeluaran bulan berikutnya. Misalnya bulan depan harus bisa lebih ngirit, jadi gak boleh ngelebihin tagihan sebelumnya.

Atau bisa juga catatan itu dipakai buat ngebandingin harga barang/jasa yang dibayar sebelumnya dengan harga yang akan dibayar bulan sekarang. Kalau umpamanya ada kenaikan harga, bisa cari solusi misalnya cari barang lain yang sejenis tapi lebih murah.

3. Tetapkan batas penggunaan kartu kredit di bawah limit yang ditentukan bank. Misalnya limit Rp 5 juta, bisa kita tetapin batas sendiri Rp 4 juta. Ini untuk menghindari munculnya biaya overlimit dalam tagihan.

Setelah menetapkan limit, kita bisa bikin poin-poin buat bayar apa aja kartu kredit itu. Misalnya buat bayar tagihan listrik, telepon, Internet, TV kabel, belanja, dan lain-lain.

Baca Juga : Cara Membaca Hasil BI Checking

4. Daftar notifikasi transaksi via e-mail dan SMS. Ini berguna untuk mengingatkan kita transaksi apa saja yang pernah kita lakukan. Juga mengurangi dampak pencurian kartu kredit kita.

5. Semakin banyak kartu kredit memang makin banyak manfaat yang didapat. Tapi kalau gak diimbangi dengan pengaturan yang lihai, bisa jebol finansial. Mending kartu kredit satu tapi tagihan lunas terus tiap bulan.

6. Daripada mengambil cicilan baru, mending nabung buat membeli barang yang jadi incaran. Ketimbang nanti ambil cicilan malah susah ngelunasinya, mending prihatin dulu tapi bebas dari ancaman utang.

Misalnya ada cicilan mobil yang akan lunas dalam kurun waktu 3 bulan lagi, sementara kredit Smartphone Apple iPhone terbaru begitu sangat menggoda. Daripada gak sanggup 3 bulan karena harus bayar 2 cicilan sekaligus, sebaiknya bersabar dulu nunggu 3 bulan.

Toh, 3 bulan lagi iPhone itu tetap produk terbaru. Gak mungkin Apple rilis 2 produk terbaru dalam rentang waktu 3 bulan doang. Program cicilan kartu kredit barang elektronik juga banyak tersedia di situs-situs e-commerce kenamaan sepanjang tahun.

7. Yakinlah dengan kemampuan finansial untuk melunasi tagihan kartu kredit tepat waktu. Kalau gak yakin atau dipaksakan yakin, mending gak usah bikin kartu kredit.

Udah telanjur punya? Tutup aja.

8. Teliti tagihan sebelum membayarnya. Kalau udah punya catatan transaksi, bakal lebih gampang untuk mencocokkan besar tagihan dan transaksi yang kita lakukan sebelumnya. Dalam poin inilah catatan pengeluaran di poin pertama di atas sangat berguna.

9. Naik gaji bukan berarti bisa naik pula pengeluaran sebulan. Kalau dua-duanya sama naik, gak ngefek itu kenaikan gaji. Mending pengeluaran ditekan sama seperti sebelum naik gaji, biar selisih penghasilan yang baru bisa ditabung atau diinvestasikan.

Baca Juga : Pengajuan KTA Ditolak , ini penjelasannya

10. Bayar tagihan via autodebet, pasti gak ada tunggakan. Tapi harus bikin rekening di bank yang nerbitin kartu kredit itu.

Cara ini berisiko kalau terjadi kegagalan sistem autodebet. Jadinya kita dikenai bunga karena dianggap belum bayar tagihan. Sebab namanya sistem mesin, kadang bisa error juga.

Itulah 10 poin cara mengatur tagihan kartu kredit yang direkomendasikan agar terhindar dari masalah gagal bayar. Kalau belum mulai mengatur tagihan, segera lakukan sekarang. Kecuali udah siap tekor gara-gara gak disiplin bayar tagihan.

Advertisements