Perencanaan keuangan berguna untuk menentukan arah tujuan finansial yang ingin kamu capai. Kamu tentunya ingin masa depan kamu stabil secara finansial dan memiliki aset kekayaan yang menunjang kehidupan kamu seperti mobil, rumah ataupun untuk kebutuhan orang tua kamu. Maka perencanaan keuangan tersebut sangatlah penting untuk dilakukan, bukan hanya sekedar mengontrol pengeluaran yang kamu lakukan, tapi kamu juga bisa memperkirakan kondisi finansial kamu di masa yang akan datang.

Untuk melakukan perencanaan keuangan yang baik, kamu dapat menerapkan aturan yang disebut “Aturan 50/20/30”. Apa sih aturan itu, yuk kita simak penjelasannya sebagai berikut ini :

1. Aturan 50

Aturan 50

Hal ini berarti 50 persen pendapatan kamu tiap bulan harus dialokasikan untuk pengeluaran yang penting-penting saja agar kamu bisa stay alive alias tidak megap-megap di tengah bulan. Pengeluaran penting tiap bulan dan rutin itu diantaranya untuk transportasi, biaya sewa kost/rumah, membeli bahan makanan dan kebutuhan lainnya seperti produk sabun dan pembersih hingga kosmetik. Selain itu, pengeluaran penting lainnya adalah berupa pembayaran tagihan telpon, air dan listrik. Pengalokasian khusus untuk pengeluaran ini penting untuk kamu perhatikan agar kamu tetap ‘aman’ dan kebutuhan dasar kamu terpenuhi.

Baca Juga : Menjaga Kesehatan sama dengan menjaga Keuangan

Tentunya, untuk jenis pengeluaran pokok ini kamu harus menyesuaikan besarnnya dengan jumlah pendapatan kamu, jika besar pasak dari pada tiang, kamu tak akan bisa mengalokasikan uang kamu untuk kebutuhan lainnya. Misalnya untuk kebutuhan leisure and entertaiment ataupun bahkan menabung. Jadi bijaksanalah dalam mengalokasikan 50 persen pendapatan kamu untuk keperluan ini ya.

2. Aturan 20

Aturan 20

Aturan ini mengharuskan kamu untuk membayarkan kewajiban finansial kamu seperti membayar cicilan mobil/motor, membayar utang kartu kredit, membayar asuransi kesehatan dan mengelola dana simpanan. Kenapa kamu perlu mengalokasikannya sebesar 20 persen? karena pada dasarnya pengeluaran jenis ini adalah debt yang harus kamu kelola sebaik mungkin. Jika kamu tidak punya pengeluaran jenis ini, atau misalnya biaya asuransi kamu sudah dibayarkan oleh perusahaan tempat kamu bekerja, kamu bisa cukup lega dan mengalokasikannya untuk menabung.

Tapi hey, untuk beberapa keperluan sepeti kendaraan, kamu bisa membelinya secara kredit lho karena bagaimanapun juga akan lebih terasa mudah dibandingkan dengan membayar cash dengan jumlah besar kecuali memang pendapatan kamu cukup untuk membelinya secara cash. Jika kamu berencana membeli barang secara kredit pastikan pula besaran cicilannya tak melebihi 20 persen dari total pendapatan kamu agar neraca keuangan kamu tetap aman.

3. Aturan 30

Aturan 30

Dengan aturan ini artinya kamu harus mengalokasikan 30 persen pendapatan kamu untuk tujuan entertaimen atau kebutuhan memenuhi lifestyle kamu. Misalnya adalah makan malam di restoran enak, belanja baju, nonton di bioskop, membeli buku. Pokoknya kamu alokasikan untuk kebutuhan yang menyenangkan kegemaran dan hobi kamu. Jika kamu berencana melakukan pembelian barang tertentu untuk memenuhi kegemaran kamu, misalnya kamera jika kamu doyan fotografi, maka alokasikan sejumlah dana yang kamu tabung tiap bulannya untuk membeli kamera.

Baca Juga : Strategi Jitu Dalam Menyikapi Biaya Mahal Rumah Sakit

Pengeluaran untuk senang-senang dan hiburan ini juga kamu harus sesuaikan dengan profil gaya hidup dan pendapatan kamu ya, jangan sampai lebih. Karena, yang ada kita yang akan kesulitan di kemudian hari.

Sesuaikan Anggaran Dengan Kebutuhan

Berdasarkan aturan itu, tentu saja perencanaan keuangan tiap orang sifatnya personal dan bisa berbeda sesuai dengan kebutuhan dan di kota mana kamu tinggal. Kamu bisa saja mengalokasikan uang makan kamu tiap bulan sebesar Rp1.500.000 tapi teman kamu mengalokasikannya sebesarRp 3.000.000. Tapi di sisi lain, kamu mengalokasikan kebutuhan untuk lifestyle atau gaya hidup lebih banyak 20 persen dibandingan dengan teman kamu yang mengalokasikan uang makan lebih besar tersebut. Aturan tersebut juga bisa berbeda untuk kamu yang tidak punya kewajiban untuk dibayarkan berupa tagihan atau utang.

Nah , mulailah menerepkan aturan umum itu pada perencanaan keuangan kamu. Sesuaikan alokasi dana berdasar profil pendapatan kamu. Dengan perencanaan keuangan, kamu nanti juga bisa menilai apakah pengeluaran kamu untuk item tertentu over-budget atau bahkan kebutuhan simpanan kamu perlu ditingkatkan dengan mengalokasikan dana simpanan lebih banyak. Ingat, keuangan yang sehat selalu dimulai dengan perencanaan yang baik. Jadi, sudah siap menjalani aturan di atas?

Advertisements