Para pemilik kartu kredit dan nasabah bank yang telah mengambil pinjaman dari pihak bank tentunya sudah mengetahui profesi yang satu ini yaitu debt collector. Benar, karena mereka merupakan pihak ketiga yang ditunjuk oleh pihak bank untuk menagih utang kartu kredit.

Saat ini semakin banyak nasabah kredit berurusan dengan deb collector. Mereka ditelpon hingga didatangi rumahnya oleh debt collector. Tidak jarang nasabah kredit panik dan merasa ketakutan saat menghadapi tagihan debt collector.

Siapakah debt collector? Nasabah kartu kredit dan segala jenis kredit di bank maupun non bank yang pernah terlambat membayar cicilan, mungkin pernah ditagih debt collector. Merekalah yang menyelesaikan tagihan kredit yang belum dibayar.

Debt collector diminta oleh bank jika pemilik kartu kredit tidak membayar utang dalam jangka waktu cukup lama sehingga utang kartu kredit itu masuk kategori macet. Selain menagih utang yang menumpuk, para debt collector akan menagih jika pemilik kartu kredit tidak memberikan informasi atau kabar kapan akan membayar tagihan.

Namun sering terjadi, banyak pemilik kartu kredit merasa ketakutan saat ditagih oleh debt collector. Akibatnya pemilik kartu kredit tidak mau menemui debt collector dan cenderung menghindar. Akhirnya, tidak tercapai penyelesaian atas utang kartu kredit.

Jika sewaktu-sewaktu keuangan Anda sedang terganggu sehingga tidak dapat segera dilunasi utang kartu kredit tersebut kemudian anda ditagih oleh debt collector, sebaiknya jangan panik dulu. Sebab sudah ada aturan yang memberikan perlindungan cukup jelas bagi para pemegang kartu kredit dari pihak Bank Indonesia, lembaga yang mengatur sistem pembayaran bank penerbit kartu kredit.

Baca Juga : Belajar Cara Mengatur Tagihan Kartu Kredit Sebelum Hidup Kita Diatur Pengadilan

Perlindungan bagi pemilik kartu kredit diatur melalui Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 14/17/DASP tentang penyelenggaraan kegiatan alat pembaran dengan menggunakan kartu (APMK). Surat edaran ini merupakan aturan pelaksana dari Peraturan Bank Indonesia No. 14/2/PBI/2012 tanggal 6 Januari 2012 tentang Perubahan Atas PBI No. 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan APMK.

Berikut ini aturan pelaksana yang diatur di dalam surat edaran nomor 14/17/DASP yang terbit tanggal 7Juni 2012 tentang penagihan utang kartu kredit. Para pemilik kartu kredit dan calon pemilik kartu kredit sebaiknya tahu isi aturan ini.

a. Penagihan Kartu Kredit dengan menggunakan perusahaan penyedia jasa penagihan hanya dapat dilakukan terhadap tagihan Kartu Kredit yang telah macet berdasarkan kriteria kolektibilitas sesuai ketentuan Bank Indonesia yang mengatur mengenai kualitas kredit;

Ini berarti utang kartu kredit yang ditagih oleh debt collector ialah utang yang telah macet, bukan utang kartu kredit yang terlambat dibayar di luar jadwal jatuh tempo.

b. Kualitas pelaksanaan penagihan Kartu Kredit oleh perusahaan penyedia jasa penagihan harus sama dengan pelaksanaan penagihan Kartu Kredit yang dilakukan sendiri oleh Penerbit Kartu Kredit.

Bank penerbit kartu kredit berarti harus bisa memastikan kualitas penagihan yang dilakukan oleh debt collector mengikuti standar kualitas yang berlaku di bank.

c. Tenaga penagihan telah memperoleh pelatihan yang memadai terkait dengan tugas penagihan dan etika penagihan sesuai ketentuan yang berlaku;

Para pemilik kartu kredit tidak perlu takut karena, sesuai aturan ini, para debt collector seharusnya telah mendapatkan pelatihan tentang penagihan yang berkualitas, termasuk etika dalam penagihan, oleh bank atau oleh perusahaan ketiga yang melakukan penagihan.

Baca Juga : Resiko Melakukan Pembayaran Minimum Kartu Kredit

d. Identitas setiap tenaga penagihan ditatausahakan dengan baik oleh Penerbit Kartu Kredit;

Bank penerbit kartu kredit berarti perlu mengetahui dan mengatur administrasi para debt collector yang melakukan penagihan kepada para nasabahnya.

Etika Penagihan

Peraturan tersebut juga mengatur etika para debt collector. Oiya, ketentun etika penagihan ini sudah disetujui oleh asosiasi bank penyelenggara Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK).

Bagaimana etika yang seharusnya diterapkan?

1. Debt collector menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan oleh pihak Penerbit Kartu Kredit.

Ini berarti debt collector resmi akan selalu dibekali identitas resmi dari bank. Jika debt collector yang menagih Anda tidak memiliki identitas resmi, Anda patut curiga dan segera menghubungi bank penerbit kartu kredit.

2. Dilarang keras menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan si Pemegang Kartu Kredit;

Jika debt collector yang menelpon Anda atau menemui Anda mengeluarkan ancaman, kekerasan atau mempermalukan Anda, sebaiknya Anda bersikap tenang dan mengingatkan debt collector untuk tidak melanggar etika penagihan yang ada di dalam aturan Bank Indonesia. Langsung catat saja si identitas debt collector tersebut, hari dan jam kejadian agar kamu dapat mengingatnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan saat Anda melaporkan kasus ini kepada bank penerbit kartu kredit.

3. Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal;

Tekanan disini berarti pemaksaan (pressure) secara fisik ataupun lisan. Ini merupakan bagian dilarang dilakukan oleh debt collector.

4. Penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;

Debt collector hanya menagih utang kartu kredit kepada pemilik kartu kredit, bukan kepada pihak lain seperti keluarga dekat pemilik kartu kredit.

5. Penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu;

Contohnya, jika debt collector menagih melalui telepon, sebaiknya penagihan itu dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja yang dinilai tepat untuk menagih, bukan secara terus menerus sepanjang hari. Jika pemilik kartu kredit sudah merasa terganggu, sebaiknya  memberitahu bank penerbit kartu kredit.

6.Penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit;

Penagihan dapat dilakukan di tempat penagihan yang terdaftar saat mengisi formulir pengajuan kartu kredit seperti di kantor. Penagihan juga dapat dilakukan di tempat tinggal.

7. Penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 sesuai wilayah waktu alamat si Pemegang Kartu Kredit;

Sudah jelas

8. Penagihan di luar tempat penagihan yang ditentukan atau di luar waktu yang telah ditentukan di atas, hanya dapat dilakukan atas dasar persetujuan dan/atau perjanjian dengan si Pemegang Kartu Kredit terlebih dahulu.

Penagihan di luar kantor atau di luar tempat tinggal, atau di luar waktu antara pukul 08.00-20.00 harus atas persetujuan pemegang kartu kredit, tidak boleh datang sewaktu-waktu dan bersifat tiba-tiba.

9. Penerbit Kartu Kredit juga harus memastikan bahwa perusahaan jasa penagihan juga mematuhi etika penagihan yang ditetapkan oleh asosiasi penyelenggara APMK.

Dengan ketentuan ini bank penerbit kartu kredit diharapkan tetap memantau dan mengawasi pelaksanaan penagihan oleh perusahaan jasa penagihan yang ditunjuk agar mereka selalu menerapkan etika penagihan.

Baca juga : 10 Cara Yang Benar Menggunakan Kartu Kredit

Kesimpulannya :

Inilah 6 jurus sakti dalam menghadap debt collector alias penagih utang saat cicilan sepeda motor, mobil, perumahan, bank, BPR, koperasi, kartu kredit, atau cicilan utangmu macet.

1. Sapalah dengan santun dan minta mereka menunjukkan identitas dan surat tugas.

Tanyakan kepada mereka, siapa yang menugaskan mereka datang ke rumahmu dan minta nomor telepon yang memberi tugas para penagih utang ini.

Jika mereka tak dapat memenuhi permintaanmu dan kamu ragu dengan mereka, sampaikan saja bahwa kamu tidak bisa ditemui dulu dan membuat janji kembali dipertemuan berikutnya. Katakanlah, kamu ingin istirahat atau sibuk dengan pekerjaan lain.

2. Jika para debt collector bersikap santun dan sopan, jangan lupa untuk mengapresiasi mereka dengan menunjukkan sikap yang hormat dan respect kepada tugas mereka.

Jelaskan bahwa kamu belum dapat membayar cicilan/utang dikarenakan kondisi keuanganmu belum memungkinkan. Sampaikan kepada si penagih utang bahwa kamu akan menghubungi yang terkait langsung dengan perkara utang piutangmu. Jangan membuat janji apa-apa kepada para si penagih utang.

3. Jika debt collector mulai berdebat dan kamu merasa terteror dengan cara mereka menagih, sebaiknya kamu segera menghubungi pengurus RT atau RW di tempat tinggalmu.

Sebab, ini pertanda buruk bagi kamu.

4. Jika mereka berusaha keras merampas barang yang sedang kamu cicil, kamu berhak mempertahankan barang tersebut tetap di tanganmu.

Katakan kepada penagih utang itu, tindakan merampas barang yang sedang kamu cicil merupakan suatu pelanggaran hukum. Tepatnya pelanggaran terhadap pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3, dan 4 juntoPasal 335. Kasus kredit ini merupakan kasus perdata, bukan pidana. Kasus perdata diselesaikan lewat pengadilan perdata, bukan lewat penagih utang.

5. Jika para penagih utang merampas barangmu, laporkan ke bank tempat kamu mengambil kredit.

Jika memang sudah tertutup pintu dialog, kamu dapat melaporkan masalah ini ke kantor polisi dan laporkan kasusnya bersama sejumlah saksi Anda.

6. Sebaiknya kamu jangan menitipkan barang titipan ke pihak lain, contohnya di kepolisian.

Sebaiknya mobil atau barang jaminan tetap ada di tanganmu sambil kamu melakukan restrukturisasi utang ke bank atau jika ada keputusan dari pengadilan untuk mengambil barang cicilan tersebut.

Jangan lupa kamu perlu berkonsultasi dengan lembaga konsumen seperti Lembaga Perlindungan Konsumen, Komnas Perlindungan Konsumen dan Pelaku Usaha, atau Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen agar kamu mendapatkan penjelasan dan nasehat hukum untuk menyelesaikan masalah ini.

Baca Juga : Cara Gunakan Kartu Kredit Dengan Bijak

Setelah kita mengetahui semua aturan main penagihan kartu kredit ini, jelas sudah kamu tidak perlu panik atau takut jika ditagih oleh debt collector. Gunakan terus kartu kredit kamu sesuai kebutuhan dan tetaplah disiplin dalam membayar tagihan kartu kredit.

Advertisements