BI checking atau IDI historis yaitu suatu produk / output dari Sistem Informasi Debitur yang dikeluarkan BI (Bank Indonesia). IDI Historis ini mencakup seluruh informasi penyediaan dana / pembiayaan dengan kondisi lancar dan bermasalah mulai dari Rp.1 keatas, serta menampilkan informasi mengenai historis pembayaran yang dilakukan dalam kurun waktu 24 bulan terakhir.

Dikalangan dunia perbankan, IDI Historis atau BI Checking ini manjadi salah satu keharusan atau syarat yang harus dilihat sebelum proses pencairan kredit kepada calon debiturnya.

Khusus mengenai data riwayat bank, ada beberapa kategori / pengelompokan yang disimbulkan dengan angka satu sampai lima.

Untuk beberapa bank, ada yang menerapkan salah satu syarat mutlak untuk proses persetujuan kredit, yaitu data riwayat bank (IDI Historis) calon debiturnya harus kategori 1 (Lancar) dan atau data tidak ditemukan (artinya calon debitur tersebut, belum pernah punya riwayat dengan bank).

Namun ada juga beberapa bank, yang memberikan kelonggaran dalam proses pemberian kreditnya, yaitu apabila calon debiturnya termasuk ke golongan / kategori 2, proses kreditnya masih bisa diteruskan dengan catatan calon debitur tersebut membawa / menyertakan bukti pembayaran setoran terakhir.

Selain angka 1 dan 2, hampir setiap bank, tidak bersedia melanjutkan proses persetujuan kredit, artinya aplikasi yang diajukan oleh calon debitur dengan kategori mulai dari 3 sampai 5, aplikasinya sudah dapat dipastikan ditolak.

Dengan menyadari betapa pentingnya data riwayat bank ini, berikut ada beberapa TIPS agar anda tidak terjerumus dan akhirnya mendapat predikat black list, yaitu sebagai berikut :

  1. Bijaklah dalam mengelola keuangan, jangan jadikan pinjaman atau kredit sebagai jalan keluar dalam mengatasi kekurangan.
  2. Kalaupun anda harus melakukan pinjaman / kredit ke bank, pilihlah bank yang memberikan suku bunga yang murah dan sesuaikan dengan batas kemampuan.
  3. Jangan tergiur dengan kartu kredit, jika anda belum faham aturan dan kebijakannya. Bagi segolongan orang tertentu Kartu Kredit ini merupakan fasilitas kemudahan dan gaya hidup yang menyenangkan, namun bagi yang belum faham, bisa jadi bencana. Dan kartu kredit ini jadi salah satu penyumbang terbesar nasabah / calon debitur yang catatan SID / IDI Historisnya macet.
  4. Hati-hati dengan pinjaman KTA (Kredit Tanpa Agunan) dan atau KUR (Kredit Usaha Rakyat) . Jenis pinjaman ini memang tergolong memiliki suku bunga yang murah, namun karena tidak mengharuskan nasabahnya menyerahkan jaminan, hal ini bisa menyebabkan kurangnya motivasi untuk melakukan pembayaran angsuran secara rutin dan tepat waktu.
  5. Jangan sekali-kali meminjamkan nama / identitas kepada siapapun termasuk pada saudara dan sahabat.  Karena hal ini juga menjadi salah satu penyumbang yang banyak kasus calon debitur yang memiliki IDI Historis yang kurang bagus.

Baca Juga : 3 Aturan Perencanaan Keuangan Yang Wajib Diterapkan

Demikian beberapa Tips singkat, agar anda tidak terjerumus dan mendapat predikat Black List. Jadi jagalah baik-baik nama baik anda …….

Semoga bermanfaat.

Advertisements