Pertanyaan :
Tagihan Kartu Kredit Punya Saya Ada Yang Transaksi Yang Dilakukan Orang Lain

Saya mendapatkan tagihan kartu kredit yang transaksinya dilakukan oleh pihak lain mungkin melalui media internet. Pihak bank pun tetap membebankan tagihan kartu kredit tersebut kepada saya walau saya sudah menolak tagihan kartu kredit tersebut. Apakah saya bisa mendapatkan perlindungan hukum sehingga tagihan saya tersebut bisa diabaikan, apakah konsekuensinya jika saya abaikan tagihan tersebut? Terima kasih.

Jawaban :
Kartu Kredit, menurut Bank Indonesia, adalah suatu alat pembayaran yang menggunakan alat berupa kartu yang bisa digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan tunai, dimana kewajiban pembayaran pemegang kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh acquirer atau penerbit, dan pemegang kartu berkewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu yang disepakati dengan pelunasan secara sekaligus (charge card) ataupun dengan pembayaran secara angsuran.

Berdasarkan Pasal 1 angka 7 Peraturan Bank Indonesia Nomor: 14/2/PBI/2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (“PBI APMK”) ditegaskan bahwa pemegang kartu adalah pengguna yang sah dari APMK. Dengan demikian, meskipun Anda tidak merasa menggunakan kartu kredit Anda sesuai dengan tagihan yang diberikan oleh pihak bank kepada Anda, dari pihak bank hanya mengetahui Andalah pemilik pengguna kartu yang sah dari kartu kredit tersebut.

Baca Juga : Kartu Kredit Hilang? Ikuti 5 Langkah ini

Anda tidak menjelaskan lebih jauh bagaimana kartu kredit tersebut dapat dipergunakan oleh orang lain. Apakah Anda memberikan nomor kartu kredit Anda pada orang tersebut, atau orang tersebut memperoleh akses terhadap kartu kredit Anda secara melawan hukum (misal, pencurian atau carding) atau cara-cara lainnya. Jika pelakunya melakukan carding, dia akan dijerat dengan Pasal 362 KUHP seperti halnya jika dia melakukan pencurian. Lebih jauh simak artikel Kejahatan Internet Marak, Pemilik Kartu Kredit Resah. Terkait hal tersebut, Maka anda sebaiknya segera melapor ke pihak kepolisian.

Anda sebaiknya tidak hanya sekedar menolak tagihan yang disampaikan oleh pihak bank. Karena pihak bank hanya mengetahui bahwa Andalah pemilik pengguna sah dari kartu kredit tersebut. Akibat yang dapat timbul apabila Anda mengabaikan tagihan tersebut diatur dalam Pasal 18 PBI APMK yakni timbulnya denda atas tagihan Anda dikarenakan adanya keterlambatan pembayaran tagihan oleh Anda sebagai pemegang kartu yang sah.

Transaksi Yang Dilakukan Orang Lain
Transaksi Yang Dilakukan Orang Lain

Di sisi yang lain, Anda sebagai konsumen pengguna kartu kredit memang dilindungi oleh UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (“UU Perlindungan Konsumen”). Jika memang kartu kredit Anda hilang atau dicuri orang, lakukan beberapa hal berikut (sumber: http://www.ylki.or.id/):

1. Jangan panik, segeralah meghubungi bank untuk meminta kartu kredit Anda secepatnya diblokir;

2. Apabila telah terjadi transaksi yang tidak dilakukan oleh konsumen/pemegang kartu kredit, maka konsumen segera melakukan tindakan sebagai berikut:

  • Melapor ke bank penerbit kartu kredit;
  • Apabila laporan anda tersebut tidak juga ditindaklanjuti, maka konsumen dapat membuat pengaduan tertulis yang ditujukan ke pihak bank yang bersangkutan dan ditembuskan ke instansi terkait, misalnya Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan (Bank Indonesia), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau Asosiasi Kartu Kredit Indonesia ;
  • Apabila pengaduan tertulis juga tidak mendapatkan tanggapan dari pihak bank, maka konsumen dapat melakukan pengaduan dengan datang langsung ke lembaga terkait antara lain: YLKI, Direktorat Investigasi dan Mediasi Perbankan Bank Indonesia, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen setempat.

Baca Juga : Cara Gunakan Kartu Kredit dengan Bijak

Jadi, Anda sebagai konsumen pengguna kartu kredit memang dilindungi secara hukum, untuk itu kami simpulkan ada dua hal yang dapat Anda lakukan yakni:

a) melapor ke pihak kepolisian; dan

b) melapor ke bank penerbit kartu kredit.

Bank Penerbit Kartu Kredit
Bank Penerbit Kartu Kredit

Jika Anda hanya mengabaikan tagihan tersebut, pihak bank akan tetap menagih dan juga ada denda yang akan dikenakan kepada Anda.

Demikian jawaban dari Kami, semoga bermanfaat.

Dasar Hukum:

1. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Wetboek van Strafrecht, Staatsblad 1915 No 73);

2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

3. Peraturan Bank Indonesia Nomor: 14/2/PBI/2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu.

 

Dan satu lagi tips nya jika ini terjadi pada anda maka segeralah dalam waktu 3 bulan ke depan untuk cek BI Checking untuk melihat out standing terakhir jika memang ada kredit tak terbayar.

Advertisements